“Chaos yang terjadi di sekitar bola itu sangat, sangat sulit untuk dipertahankan. Kami sudah mengatakan, jika ingin menang di sini, Anda harus mempertahankan kotak penalti dengan hidup Anda dan Anda harus menyapu bola karena ada banyak orang di sana dan jika Anda tidak melakukannya, sangat sulit untuk memenangkan pertandingan," tuturnya.
Arsenal kebobolan dari situasi lemparan jauh yang menjadi senjata utama Brentford. Michael Kayode melempar bola ke dalam, kemudian diteruskan ke Lewis Keane-Potter yang menuntaskannya lewat sundulan di tiang jauh. Gol tersebut memaksa Arsenal puas membawa pulang satu poin.
Meski tertekan, Arsenal tetap memiliki momen krusial di lini belakang. Cristhian Mosquera melakukan tekel penentu untuk menggagalkan tembakan Thiago. Declan Rice juga menyelamatkan tim pada masa injury time dengan menyapu bola saat Brentford hampir mencetak gol kemenangan.
Arteta menilai upaya bertahan tersebut belum cukup untuk memastikan kemenangan. Dia menegaskan intensitas harus dijaga di setiap aksi, terutama saat menghadapi tim dengan pendekatan volume serangan tinggi seperti Brentford.
“Itu harus terjadi di setiap aksi karena mereka bermain dengan volume,” ujar Arteta.
“Mereka tahu probabilitas yang ingin mereka ciptakan dan mereka hanya butuh volume untuk meningkatkan probabilitas tersebut dan mereka terus melakukan itu dan mereka sangat bagus dalam melakukannya.”
Hasil imbang ini membuat Arsenal tetap di puncak klasemen mengoleksi 57 poin, hanya unggul empat poin dari Manchester City di posisi kedia. Arsenal juga masih harus bertandang ke Etihad Stadium pada April, laga yang berpotensi menentukan arah perburuan gelar musim ini.