“Inilah yang saya bingung dengan AFC. Memang markas AFC di sini, tapi kami sulit juga untuk bertanya,” ujarnya dengan nada heran.
Pengamat sepak bola berpengalaman itu juga mempertanyakan alasan AFC yang seolah-olah hanya mempercayakan negara Timur Tengah sebagai tuan rumah turnamen besar. Menurutnya, ada banyak lokasi lain di Asia yang lebih layak dan netral untuk dijadikan tempat pertandingan internasional.
“Apakah semua pertandingan harus di Timur Tengah? Apakah tidak ada tempat yang netral? Di Korea Selatan, Jepang, China? Kan di situ lebih netral. Bahkan kalau main di Kuala Lumpur juga bisa, kan lebih netral,” tegas Faiz.
Komentar tersebut menggambarkan keresahan yang dirasakan banyak pihak di Asia. Bukan hanya soal lokasi pertandingan, tetapi juga menyangkut keadilan dan keseimbangan kompetisi. Banyak yang menilai AFC perlu lebih terbuka dan objektif dalam mengambil keputusan yang berdampak pada negara-negara peserta.
Bagi Timnas Indonesia, isu ini sangat penting. Bermain di kawasan Timur Tengah berarti harus menghadapi tantangan besar seperti perbedaan cuaca ekstrem, jarak tempuh jauh, hingga tekanan mental dari suporter tuan rumah. Semua faktor itu dapat memengaruhi performa skuad Garuda di lapangan.