Kehadiran dua pemain tersebut seolah membuat Timnas Indonesia memiliki enam bek. Tetapi saat menyerang, Rachmat Irianto dan Ricky Kambuaya juga bahu-membahu bisa diandalkan. Rachmat Irianto layak diberikan apresiasi karena dapat bermain konsisten selama 90 menit.
Saat pertandingan menyisakan 10 menit, pemain-pemain Curacao tampak jelas seolah enggan meningkatkan intensitas serangan. Padahal, mereka perlu meningkatkan tenaga ekstra mengingat hanya bermain 10 orang setelah Juninho Bacuna mendapat kartu merah di menit 80.
Selain kelelahan, bisa jadi mereka frustasi sehingga tampil kurang militan di babak akhir sisa pertandingan.
Laga Indonesia vs Curacao memang berlangsung dengan tensi yang panas. Sayangnya, beberapa pemain Curacao tampil dengan emosi tinggi di sepanjang laga.
Celakanya, mereka yang sulit mengendalikan emosi adalah pemain-pemain berlabel bintang seperti kakak beradik Leandro Bacuna dan Juninho Bacuna. Puncaknya, Juninho Bacuna harus menerima kartu kuning kedua setelah melakukan jegal keras terhadap Marselino Ferdinand pada menit ke-80.
Leandro juga menunjukkan permainan kasar dan sering melakukan protes ke wasit. Ia lebih beruntung dari Juninho karena hanya dihadiahi kartu kuning oleh wasit pada menit ke-35. Total, Curacao mengantongi lima kartu kuning dalam pertandingan tersebut.
Itulah 5 penyebab kekalahan Curacao dari Timnas Indonesia yang sebenarnya. Meski pelatih Remko Bicentini sempat memberikan kritik kepada wasit atas pertandingan tersebut, tetapi 5 hal tersebut semestinya harus dijadikan evaluasi.