Pemain Timnas Swedia itu awalnya membuat penampilan yang apik. Ibrahimovic mencetak tujuh gol dalam tujuh penampilan di musim pertamanya.
Namun, Guardiola menggeser Ibrahimovic dan menggantinya dengan Messi yang saat itu berusia 22 tahun. Itu menyebabkan ketajaman Ibra langsung menurun.
Meski bermain di posisi lebar yang tidak biasa, pemain asal Swedia itu masih mampu mencetak 16 gol dan delapan assist dalam 29 penampilan di musim La Liga 2009-2010.
Namun, hubungan pemain Swedia yang produktif itu dengan Pep Guardiola tampaknya cocok. Dia akhirnya pindah ke AC Milan pada musim berikutnya.