5 Keajaiban di Sepak Bola dari Kalah Telak Bisa Comeback, Nomor 2 Juara Liga Champions

Dimas Wahyu Indrajaya
Pemain Deportivo La Coruna, Juan Valeron merayakan gol ke gawang AC Milan pada laga leg kedua Liga Champions 2003/2004 di Stadion Riazor, Selasa (6/4/2004). (Foto: Twitter/@Squawka)

Liverpool kala itu tak seperti sekaran. Kedalaman skuadnya tidak sementereng era Jurgen Klopp dan Mohamed Salah.

Saat itu The Reds sering bergantung kepada performa sang kapten Steven Gerrard. Adapun lini lini depannya diisi pemain hebat tapi kurang tajam saat dilatih Rafael Benitez, sebut saja Milan Baros dan Djibril Cisse.

Lain halnya dengan AC Milan. Di setiap lini, Rossoneri memiliki pemain yang berkualitas dan berpengalaman. Alhasil Milan lebih diunggulkan saat melawan Liverpool pada final saat itu.

Anggapan para pakar pun hampir terbukti. AC Milan mampu mengungguli Liverpool dengan skor 3-0 pada babak pertama. Gol diciptakan Paolo Maldini dan brace Hernan Crespo.

Namun, Liverpool tidak menyerah. Pada babak kedua mereka bangkit lewat sundulan Steven Gerrard, Xabi Alonso, dan Vladimir Smicer. Skor menjadi 3-3!

Editor : Dimas Wahyu Indrajaya
Artikel Terkait
4 jam lalu

John Herdman Beri Sinyal 3 Pemain Masuk Skuad Inti Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

10 jam lalu

John Herdman Resmi Coret 3 Pemain jelang Piala AFF 2026, Terbaru Yakob Sayuri

7 jam lalu

Thom Haye Pastikan TC Timnas Indonesia Tanpa Kendala, Garuda Makin Siap Hadapi Piala AFF 2026

12 jam lalu

John Herdman Bongkar Progres Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Seleksi 50 Pemain Makin Ketat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal