Rinciannya, 25% akan dibayarkan dalam bentuk ‘Merit payment’ (prize money berdasarkan posisi klasemen di akhir musim). Sedangkan 25% sisanya akan dipakai untuk biaya fasilitas setiap pertandingan klub yang disiarkan di Inggris. Kemudian, untuk pendapatan siaran Internasional dan pendapatan komersial pusat akan dibagi rata pada 20 klub.
Bursa transfer mungkin tidak akan selalu memberi keuntungan bagi klub. Pasalnya, klub bis saja rugi kalau menjual murah pemain yang dibeli dengan harga mahal.
Tetapi jika sebaliknya, klub bisa mendapat keuntungan sangat besar dari penjualan pemain di bursa transfer. Syaratnya adalah klub harus mampu menjual pemain dengan harga lebih tinggi dari harga beli.
Sebagai contoh adalah Liverpool yang pernah mendapatkan keuntungan sensasional dari bursa transfer. Pada tahun 2010, The Reds memboyong Raheem Sterling dari QPR,dengan biaya 490 ribu pounds atau setara Rp9,4 miliar saat itu.
Tetapi pada tahun 2015, Liverpool berhasil mendapatkan keuntungan hampir seratus kali lipat ketika Manchester City membeli Sterling dengan harga 43,8 juta pounds atau setara Rp 842 miliar.