Simon McMenemy mendapatkan banyak kritikan setelah memanggil para tua yang performanya telah menurun. Nama-nama yang tidak lagi prima seperti Alberto Goncalves, Ricardo Salampessy, Yustinus Pae, Ruben Sanadi, hingga Achmad Jufriyanto masuk dalam pilihannya.
Berbeda dengan Simon, sudah jelas bahwa Shin Tae-yong bertindak sebaliknya. Pelatih yang memiliki reputasi mentereng di Korea itu lebih suka menggodok bibit-bibit muda nan unggul yang dimiliki Indonesia.
Nama-nama senior seperti Zulfiandi, M Hargianto, Febri Hariyadi, hingga Ricky Fajrin yang telah menjadi andalan sejak era Luis Milla bahkan tidak menarik untuk Shin Tae-yong.
Pelatih yang akrab disapa STY itu lebih memilih pemain muda seperti Asnawi Mangkualam, Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Pratama Arhan, Dimas Drajad, Saddil Ramdani, Rizky Ridho, hingga Marselino Ferdinan untuk bergabung di timnas senior.
Tak hanya itu, Shin Tae-yong mengorbitkan sejumlah pemain naturalisasi berpengalaman seperti Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Elkan Baggott.