Dari 10 balapan dalam lima seri yang sudah digelar, Yamaha hanya mampu sekali naik podium lewat Quartararo. Mereka pun saat ini terdampar di posisi buncit klasemen konstruktor dengan torehan 58 poin saja.
Yamaha sendiri memang telah terlibat dalam balap sepeda motor Grand Prix selama 60 tahun. Namun, buruknya performa mereka di musim ini menimbulkan spekulasi mereka bisa saja cabut dari MotoGP setelah kontrak dengan Dorna Sport habis pada 2026 mendatang.
Akan tetapi, Jarvis dengan tegas menyangkal kabar buruk tersebut. Menurutnya, semua petinggi Yamaha masih berkomitmen penuh untuk mendukung tim pabrikan Iwata bersaing di MotoGP.
"Ya, saya telah mengikuti tuduhan ini (Yamaha bakal cabut dari MotoGP) di media selama beberapa hari terakhir. Mereka muncul di mana-mana. Banyak orang mengajukan pertanyaan ini secara langsung,” kata Jarvis dilansir Speedweek, Sabtu (27/5/2023).
“Saya ulangi, saya tidak melihat tanda-tanda penarikan dari balap MotoGP di Yamaha,” tuturnya.
Kendati demikian, Jarvis memberikan tanda bahwa hal itu bukan mustahil bisa terjadi. Pasalnya, Suzuki juga tak menunjukkan tanda-tanda bakal cabut dari MotoGP sampai akhirnya mereka benar-benar pergi pada akhir musim 2022 lalu.
“Pada saat yang sama Anda harus sangat realistis. Jika Anda melihat ke belakang setahun di Suzuki - mereka juga tidak melihatnya datang,” ucapnya.