Wynne tinggal jauh dari orangtua sejak usia 9 tahun. Dia dikirim ke Jakarta dari Solo oleh orangtuanya untuk bermain tenis. Bahkan, dia dikirim ke Eropa pada usia 12 tahun dan semakin jauh dari orangtuanya. Jarak yang tadinya terpisah 1 jam dengan perjalanan via udara, bertambah menjadi 16 jam. Menurutnya, itulah hal terberat yang dia jalani untuk menjadi atlet profesional.
“Saat saya memiliki cita-cita seperti itu, saya dikirim ke Jakarta oleh ibu saya. Saya asli solo, tapi umur 9 tahun di pindahkan dari Solo ke Jakarta untuk bermain tenis. Pada saat itu, di usia yang masih 9 tahun sangat berat untuk jauh dengan kedua orangtua,” ujar wanita yang kini berusia 41 tahun itu.
“Umur 12 tahun saya dikirim ke Eropa, ketika itu saya nangis karena yang tadinya perjalanan hanya 1 jam ketika Jakarta-Eropa menjadi 16 jam,” imbuhnya.
Pelatihannya di Eropa adalah kerjasama antara Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) dengan salah satu perusahaan minyak. Saat itu, PELTI mendatangkan pelatih dari Ceko dan memilih empat anak dari 20 anak yang diseleksi untuk dibawa ke Eropa.
“Pada saat itu, PELTI kebetulan mengundang pelatih dari Ceko dan disponsori oleh salah satu perusahaan minyak. Pelatih asal Ceko itu melatih pemain nomor 5 dunia saat itu, Helena Sukova. Awal mulanya, dari 20 anak dipilih empat saja dan saya terpilih untuk dikirim ke sana oleh PELTI dan perusahaan minyak itu,” jelas wanita bertinggi 160 cm itu.