Setelah itu, prestasi tunggal putri meredup. Susy pun pensiun pada 1997.
Praktis tak ada lagi tunggal putri Indonesia yang bisa berjaya di Inggris. Nama-nama seperti Mia Audina, Maria Febe, Lindaweni Fanetri, Maria Kristin, hingga terakhir Gregoria Mariska Tunjung belum bisa mengikuti jejak Susy Susanti.
Tentu itu menjadi perhatian para pecinta bulu tangkis Indonesia. Usai kegagalan Gregoria di All England 2022, sejumlah pecinta bulu tangkis Indonesia menyoroti kinerja pelatih tunggal putri.
Pecinta bulu tangkis Indonesia berharap ada generasi penerus yang bisa membawa kembali kejayaan tunggal putri Indonesia. Nama-nama seperti Putri Kusumawardani, Ester Nurumi Tri Wardoyo hingga Bilqis Prasista menjadi harapan Indonesia.