Reda menegaskan, target Indonesia di ASEAN Para Games 2025 tidak lain adalah mempertahankan status juara umum. Keyakinan itu makin kuat setelah kontingen Merah Putih meraih hasil gemilang di Paralimpiade Paris 2024 dengan koleksi 14 medali.
“Insya Allah kita target juara umum sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Kalau kemarin aja di Paralimpiade kita berhasil mendapatkan 14 medali ya, ya mudah-mudahan kita bisa mempertahankan itu. Insya Allah sih kita bisa mempertahankan,” tegas Reda.
Sejak edisi 2017 di Malaysia, tim Indonesia memang selalu keluar sebagai juara umum ASEAN Para Games. Konsistensi itu berlanjut ketika Indonesia menjadi tuan rumah pada 2022 di Solo dan saat tampil di Kamboja pada 2023. Di edisi terakhir, kontingen Merah Putih bahkan mendominasi dengan torehan 159 emas, 148 perak, dan 94 perunggu.
Selain menyoroti persiapan teknis, Reda juga menitipkan harapan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Dia berharap Erick yang dikenal dekat dengan dunia olahraga dapat memberi perhatian lebih terhadap atlet disabilitas, termasuk dalam hal anggaran dan dukungan fasilitas.
“Dengan menpora yang baru ya itu sih memang sudah sistemnya kita ada komunikasi ya, tapi mudah-mudahan menpora yang baru ini karena memang doyan di olahraga ya, mudah-mudahan lebih perhatian lagi gitu dan anggaran untuk disabilitas ini, olahraga disabilitas ini bisa lebih lancar lah,” pungkas Reda.
Dengan persiapan matang, dukungan pemerintah, dan tradisi juara yang sudah terbentuk, publik Indonesia kini menantikan kiprah para pahlawan olahraga disabilitas untuk kembali mengibarkan Merah Putih sebagai juara umum di ASEAN Para Games 2025 Thailand.