Target memperbaiki ranking menjadi fokus utama, terlebih keduanya baru dipasangkan sejak Desember 2025. Mereka masih membangun chemistry sekaligus konsistensi performa di level internasional.
Fadia mengakui suasana pertandingan kali ini terasa berbeda.
“Secara keseluruhan, feel pertandingan kali ini juga cukup berbeda karena jumlah pemain Indonesia yang bertanding tidak sebanyak biasanya, jadi suasananya tidak terlalu ramai,” kata Fadia dikutip dari rilis resmi PBSI, Rabu (25/2/2026).
Dia menegaskan fokus mereka tertuju pada perolehan poin ranking.
“Tapi kami tetap berusaha fokus, apalagi saat ini kami juga sedang mengejar poin ranking. Jadi kami ingin memberikan yang terbaik di setiap kesempatan,” sambungnya.
Di babak 16 besar, Tiwi/Fadia langsung dihadapkan pada ujian berat melawan unggulan kedua asal Taiwan, Hsu Yin-Hui/Lin Jhih-Yun. Laga ini menjadi penentu langkah mereka untuk terus melaju.
Tiwi mengaku sudah memiliki gambaran kekuatan lawan.
“Setelah ini kami akan menghadapi Hsu Yin-Hui/Lin Jhih-Yun. Saya pernah bertemu dengan pasangan tersebut sebelumnya, tetapi dengan partner yang berbeda,” kata Tiwi.