Skuad Garuda datang ke turnamen dengan dominasi wajah baru dan pelapis. Langkah ini diambil untuk memberi kesempatan kepada pemain potensial mendapatkan jam terbang.
Keputusan melakukan rotasi besar terbukti memberi dampak positif. Timnas Futsal Indonesia tetap mampu melaju hingga partai final meski tidak menurunkan kekuatan utama.
Hector Souto mengakui hasil akhir memang tidak sesuai harapan. Namun dia tetap melihat performa tim secara keseluruhan layak diapresiasi.
“Saya minta maaf kami tidak bisa memenangkan final ini. Saya selalu fokus untuk mencoba menang, tentu saja. Tapi mempertimbangkan seluruh konteksnya, kita seharusnya merasa lebih dari sekadar bangga,” ujar Souto.
Dia menilai perjalanan tim dalam turnamen ini memberi banyak pelajaran penting. Para pemain muda mendapat pengalaman berharga menghadapi tekanan di level internasional.