Menurut Fajar, adaptasi terhadap karakter shuttlecock menjadi hal penting agar permainan mereka tidak terganggu saat pertandingan berlangsung. Karena itu, pola latihan mereka kini dibuat lebih spesifik dibanding biasanya.
Fikri juga mengaku latihan mereka sudah disesuaikan dengan kondisi venue di Singapura. Dia berharap persiapan matang tersebut bisa membantu mereka meraih hasil lebih baik.
“Kami sudah mengikuti, menyesuaikan latihan di sini dengan kondisi lapangan dan shuttlecock di sana. Semoga hasilnya bisa lebih baik,” kata Fikri.
Keputusan absen dari Thailand Open 2026 dan Malaysia Masters 2026 ternyata bukan tanpa alasan. Fajar menilai mereka tidak ingin sekadar tampil di banyak turnamen tanpa persiapan maksimal.
Dia juga mengakui kondisi fisiknya menjadi salah satu pertimbangan penting. Jadwal yang padat setelah tampil di Piala Thomas 2026 membuat mereka memilih fokus menjaga kebugaran.