“Semua kemungkinan masih terbuka, baik itu mengikuti draft pemain asing reguler, memperpanjang kontrak sebagai pemain kuota Asia di Jeonggwanjang, atau pindah ke liga luar negeri,” kata Kim, dilansir dari YNA, Sabtu (8/3/2025).
Kim mengakui, kalau Megawati mendaftar sebagai pemain asing non-Asia, maka akan lebih menguntungkan secara finansial. Tapi, dia mengungkapkan kalau kliennya sangat cinta dengan Red Sparks. Sehingga, bukan tidak mungkin Megawati rela tidak naik gaji dan tetap mengisi slot pemain asing Asia bersama Red Sparks.
"Dari segi finansial, itu pilihan yang masuk akal. Namun, Mega sangat menyukai kehidupannya di Korea dan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Jeonggwanjang. Terutama, dia memiliki rasa kepemilikan yang besar terhadap timnya," ungkap Kim.
Sementara, terkait minat dari klub luar negeri, Kim enggan terlalu banyak berkomentar. Dia menyatakan kalau Megawati saat ini sedang fokus bersama Red Sparks dalam menatap babak playoff Liga Voli Putri Korsel 2024-2025.
"Saat ini, Mega hanya fokus pada playoff bersama Jeonggwanjang. Setelah musim berakhir, dia akan membuat keputusan apakah akan mengikuti draft pemain asing reguler, tetap sebagai pemain kuota Asia, atau pindah ke liga luar negeri,” terang dia.
Megawati memang punya dua pilihan jika masih ingin menetap di Korea Selatan. Dia bisa mendaftar sebagai pemain asing Asia atau pemain asing non Asia. Perbedaannya ada pada gaji, yang mana pemain asing non-Asia memiliki gaji lebih besar.
Tapi, jika Megawati daftar mengisi kuota tersebut, maka dia berpotensi cabut dari Red Sparks. Sebab, pemain asing non-Asia akan diundi dalam draft. Sehingga tujuh klub yang beraksi di Liga Voli Putri Korea Selatan memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki Megawati.