Sejalan dengan langkah Erick Thohir, NOC Indonesia mengaktifkan peran Safeguarding Task Force untuk memantau jalannya investigasi. Pengawalan ini dilakukan agar proses berjalan sesuai prinsip perlindungan atlet.
Okto menjelaskan program safeguarding telah diterapkan sejak 2024 sebagai langkah sistematis. Program tersebut menjadi komitmen moral dan tanggung jawab institusi guna memastikan setiap atlet berlatih di lingkungan aman serta inklusif.
NOC Indonesia juga mengirim surat resmi kepada seluruh federasi nasional anggotanya. Tujuannya untuk memastikan edukasi, sosialisasi, dan penerapan kebijakan safeguarding berjalan konsisten serta terukur di semua cabang olahraga.
“Kami terus berkoordinasi secara intesif baik dengan FPTI, Kemenpora maupun federasi nasional berbagai cabor, karena kami tak kenal kompromi dalam menghadapi kasus dugaan kekerasan seksual seperti ini. Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk memperkuat sistem pencegahan, edukasi, serta mekanisme pelaporan yang aman dan terpercaya, " tutur Okto.
"NOC Indonesia berkomitmen mendukung setiap langkah strategis pemerintah termasuk Kemenpora dalam menciptakan ekosistem olahraga nasional yang berintegritas, profesional, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tukasnya.
Koordinasi lintas lembaga terus diperkuat agar investigasi berjalan transparan dan berkeadilan. NOC Indonesia menegaskan komitmennya menjaga integritas olahraga nasional serta memastikan perlindungan atlet menjadi prioritas utama.