"Ini saya anggap BWF tidak adil. Seharusnya Kejuaraan Eropa tetap berjalan, tapi jangan dimasukkan sebagai kualifikasi yang menyediakan poin ke Olimpiade Tokyo. Ini jelas tidak adil dan hanya menguntungkan pemain Eropa, mengingat pemain-pemain Asia tidak bisa berlaga setelah Kejuaraan Asia dibatalkan," lanjutnya.
Kini kans ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja untuk ke Olimpiade menjadi abu-abu. Usai Malaysia Open ditunda, Hafiz/Gloria turun ke peringkat kesembilan dalam daftar kualifikasi Olimpiade.
Peringkat pasangan tersebut turun lantaran Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris) menggeser posisi mereka setelah menjadi finalis Kejuaraan Eropa 2021.
Hafiz/Gloria harus masuk ke posisi delapan besar jika ingin mengikuti jejak Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (peringkat ke-4) yang sudah dipastikan lolos ke Olimpiade.
Berdasarkan regulasi setiap negara hanya bisa mengirim dua wakil di nomor ganda jika dua pasangan teratas berada di peringkat delapan besar dunia. Untuk itu Mainaky berharap PBSI segera berdiskusi dengan BWF.
"Saya mendukung agar PBSI segera melakukan diskusi dengan BWF. Diskusi PBSI dengan BWF dengan tujuan agar ada perubahan atau penyesuaian kembali," ucapnya.