Romain Grosjean Selamat dari Kecelakaan Maut karena Halo, Alat Apa Itu?

Wikanto Arungbudoyo
Pembalap tim Haas, Romain Grosjean, dibantu tim medis regu penolong usai mengalami kecelakaan pada Formula 1 Grand Prix (GP) Bahrain, Minggu (29/11/2020). (Foto: REUTERS)

Lewat sebuah video di akun Instagram, dia bersyukur kini mobil F1 dilengkapi Halo. Jika tidak, mungkin saja Grosjean tidak akan bisa berbicara lagi dari kamar rumah sakit.

“Halo semuanya, saya hanya ingin bilang baik-baik saja. Terima kasih semua untuk pesan-pesan yang saya terima,” papar Grosjean, dikutip dari Motorsport, Senin (30/11/2020).

“Saya tidak menyetujui Halo beberapa tahun lalu. Namun, menurut saya itu adalah hal terhebat yang kami bawa ke F1. Tanpa Halo, mungkin saat ini saya tidak akan bisa berbicara kepada kalian,” tutur pembalap kelahiran Swiss itu.

Perlu diketahui, Halo baru diperkenalkan F1 pada 2018. Peranti tersebut dianggap cukup aman untuk melindungi kepala pembalap dari benturan. Pengenalan peranti itu tidak terlepas dari kecelakaan fatal yang merenggut nyawa Jules Bianchi pada F1 GP Jepang 2014.

Halo adalah struktur yang terbuat dari titanium yang didesain untuk mencegah objek besar menghantam kepala pembalap seperti roda, mobil yang terbang dan pembatas sirkuit saat kecelakaan. Sebuah tiang menopang Halo tepat di depan pandangan pembalap.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Unjuk Teknologi, BYD Siap Tantang Ferrari dan McLaren di Formula 1

57 tahun lalu

Kenapa Sirkuit Mandalika Belum Layak Gelar F1? Begini Penjelasannya

57 tahun lalu

Perang Timur Tengah, Balap F1 di Bahrain dan Arab Saudi Dibatalkan

57 tahun lalu

Krisis Timur Tengah Mengancam Kalender F1 2026: GP Bahrain dan Arab Saudi Bisa Batal!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal