Presiden BWF Khunying Patama Leeswadtrakul menegaskan reformasi ini disiapkan untuk menjawab tantangan olahraga modern.
"Kami sedang membangun olahraga yang relevan bagi generasi mendatang. Setiap elemen, mulai dari format kompetisi, peningkatan hadiah, hingga strategi penyiaran, telah dirancang ulang untuk memenuhi tuntutan olahraga global abad ke-21,” ujar Khunying dilansir dari laman resmi BWF, Selasa (10/2/2026).
Perubahan juga merambah ke ajang non-reguler. Kejuaraan Dunia akan menggunakan sistem grup agar setiap peserta mendapat jatah minimal dua pertandingan, sementara Piala Sudirman serta Piala Thomas dan Uber akan melibatkan lebih banyak negara demi memperluas representasi bulu tangkis global.