"Dulu waktu 2016 itu memang sudah latihan panahan, tapi dalam kondisi normal. Jadi ini ada insiden 2017, naik pohon kelapa jatuh akhirnya harus dioperasi dan masih biasa," kata Kholidin kepada awak media termasuk MNC Portal Indonesia, Kamis (4/8/2022).
"Dua hari boleh pulang. Seminggu kontrol ada infeksi harus amputasi. Di situ saya adaptasi lagi sampe seminggu bisa jalan baru belajar panahan lagi," ujarnya.
Hebatnya Kholidin tak patah semangat. Meski memiliki keterbatasan, dia tetap menggeluti olahraga panahan. Dirinya ingin membuktikan kalau dengan kondisi terbatas, setiap manusia tetap bisa mengukir prestasi seperti manusia yang punya kondisi fisik lengkap.
"Saya punya prinsip, pas saya terjatuh sudah ikhlas karena Allah. Apapun yang terjadi karena takdir Allah. Saya yakin apa pun itu tinggal bangkit saja," tuturnya.
Saya tidak mau dalam kondisi seperti ini terjatuh dan akhirnya down tidak ngapa-ngapain terus terpuruk, saya ga mau. Harus bangkit melampaui yang normal. Untuk motivasi teman-teman semua," ucapnya.