Sebagai privateer independen, dia bersaing melawan tim pabrikan dengan sumber daya besar. Pengalaman teknis dan ketangguhan menjadi kekuatan utama yang terus dia asah dari tahun ke tahun.
Pada AXCR 2025, dia mencatat posisi ke-11 di kelas T1D (Diesel) dari 26 peserta dan posisi ke-19 overall dari 44 peserta. Hasil itu menjadikannya tim wanita dengan performa terbaik di kategorinya.
“Saya ingin membuktikan bahwa perempuan juga punya tempat di rally raid. Ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang membuka jalan dan memberi kepercayaan diri bagi lebih banyak perempuan untuk terjun ke dunia ini,” tegas Lody.
TRRC 2026 Round 1 menjadi pijakan penting menuju target lebih besar. Dengan pengalaman, konsistensi performa, serta eksposur di level elit, Lody semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu penantang serius di kancah rally raid Asia.