Bagi Janice Tjen, emas ini terasa istimewa karena menjadi debut pertamanya di SEA Games. Pulang membawa medali emas memberi makna mendalam bagi petenis Indonesia yang juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama Indonesia yang lolos ke babak utama Grand Slam dalam 21 tahun terakhir.
“Medali emas ini sangat berarti bagi saya karena ini SEA Games pertama yang saya ikuti. Saya bersyukur bisa meraih emas dan mencetak prestasi bersama Tim Indonesia yang solid dan kompak,” tutur Janice.
Keberhasilan serupa diraih tim tenis putra Indonesia, yang juga menang 2-1 atas Thailand. Indonesia sempat tertinggal setelah Justin Barki kalah di laga pertama. Namun kebangkitan terjadi lewat kemenangan Rifqi Fitriadi di partai kedua dan pasangan Justin Barki/Christopher Rungkat di partai penentuan.
“Terima kasih atas doa dan dukungan untuk tim tenis putra dan putri hari ini. Dua medali emas ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Terima kasih juga kepada Ketua Umum PP Pelti dan seluruh jajaran. Ini baru awal karena kami masih akan bertanding di nomor perorangan. Mohon terus dukung kami agar bisa menambah medali emas,” ujar Christo.
Bagi Justin Barki, medali emas beregu putra menjadi pengalaman emosional tersendiri. Meski sudah lama tidak bermain ganda dengan Christopher Rungkat, ia mengaku chemistry mereka tetap terjaga.