Salah satu fokus utama PBSI adalah pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, yang saat ini masih berjuang menjaga posisi untuk lolos ke BWF World Tour Finals 2025. Pasangan ganda putra andalan Indonesia itu ditargetkan meraih hasil terbaik setelah beberapa kali gagal di partai puncak.
“Saya berharap Fajar/Fikri bisa menjadi juara di Australia Open ini setelah tiga kali beruntun menjadi runner-up di Korea Open, Denmark Open, dan French Open, serta terakhir terhenti di babak perempat final Hylo Open,” kata Eng Hian.
Pelatih yang juga mantan pebulu tangkis nasional itu menegaskan, hasil di Australia Open 2025 akan sangat menentukan nasib Fajar/Rian untuk melangkah ke putaran final BWF World Tour di bulan Desember.
“Hasil di Australia Open ini menjadi sangat penting bagi Fajar/Fikri untuk bisa mengikuti World Tour Final yang akan berlangsung bulan depan,” tambahnya.
Sebelumnya, PBSI sempat mendaftarkan Fajar/Rian untuk tampil di Kumamoto Masters 2025, namun rencana itu terhambat oleh proses pembuatan visa Jepang yang memakan waktu lama. Kondisi tersebut membuat PBSI memusatkan fokus tim ke Australia Open sebagai ajang utama menjelang penutupan musim.
“Tadinya kami juga mendaftarkan Fajar/Fikri ke Kumamoto Masters, tetapi karena terkendala proses pembuatan visa Jepang yang memakan waktu lama, maka program pemberangkatan pemain kami sesuaikan dengan membagi ke dalam dua turnamen, yaitu Hylo Open dan Australia Open,” jelas Eng Hian.
Australia Open 2025 dipastikan akan menjadi panggung penting bagi para atlet pelatnas PBSI untuk mengamankan poin ranking BWF sekaligus membuktikan dominasi Indonesia di sektor ganda putra. PBSI berharap performa stabil sepanjang musim dapat dituntaskan dengan raihan gelar juara di Sydney.