Mesin Mobil Mati di Trek, Sean Gelael Kembali Terganggu Problem Elektronik

Abdul Haris
Pembalap tim Dams, Sean Gelael. (Foto: sean-gelael.com)

Setelah masalah itu bisa ditangani, Sean kembali ke trek walau statusnya sudah tertinggal jauh. Dia hanya ingin memastikan benar-benar bisa membuat lap time normal kembali. Akhirnya, Sean finis di posisi ke-17, sekaligus posisi startnya untuk Race 2 hari Minggu (19/7/2020).

Secara umum, tingkat keausan ban yang tinggi membuat para pembalap yang memilih opsi prime-option dominan karena ban soft sangat cepat di akhir lomba.

Pembalap Rusia, Robert Shwartzman (Prema) memenangi lomba diikuti rekan senegaranya, Nikita Mazepin (Hitech). Keduanya berhasil menerapkan strategi prime-option.

Mick Schumacher (Prema) melengkapi podium sekaligus wakil terbaik dari pemakai strategi prime-option.

"Hari ini kalaupun mobil saya tak bermasalah tampaknya memang sulit bersaing dengan mereka yang memakai strategi prime-option. Walau begitu, saya yakin bisa finis di sepuluh besar dan meraih angka kalau tak ada masalah elektronik," ujar Sean.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sean Gelael Bersinar di Mandalika, Antusiasme Fans Meledak Meski Akhir Pahit

57 tahun lalu

Sean Gelael Abaikan Lap Time di Mandalika, Fokus Setelan dan Simulasi Balap GT World Challenge Asia

57 tahun lalu

Debut Sean Gelael di Mandalika, Ingin Bawa Nama Indonesia ke Puncak

57 tahun lalu

Penalti 5 Detik, Sean Gelael Terlempar dari Podium hingga Finis P5 di Imola

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal