"Dan ketika putranya menulis surat tersebut kepada saya, hal itu benar-benar menyakitkan. Saya rasa masih ada pekerjaan yang harus dilakukan. Saya tentu tak akan membiarkan hal ini,” ujarnya.
Bahrain menjadi salah satu negara yang mendapat sorotan tajam dari para aktivis HAM termasuk Amnesty Internasional. Mereka dianggap telah banyak melakukan pelanggaran HAM terhadap warganya.
Pada Juni lalu, Pengadilan Tinggi Bahrain menetapkan putusan hukuman mati terhadap Mohammed Ramadhan dan Husain Moosa atas pengeboman yang menewaskan seorang polisi.
Hukuman itu diduga ditetapkan berdasarkan pengakuan palsu yang diperoleh setelah keduanya disiksa. Amnesty Internasional mengutuk putusan tersebut dan menggambarkan persidangan sangat tidak adil.