“Saya bisa berkendara dengan sangat baik di level normal selama satu hari, tetapi kemudian di hari kedua performa saya menurun drastis,” kata Marquez menatap tes di Sepang, dikutip dari Crash, Senin (26/1/2026).
Menurut Marquez, Sirkuit Sepang dikenal sebagai salah satu trek paling menguras fisik di kalender MotoGP. Hal itu membuat transisi performa dari hari pertama ke hari kedua menjadi aspek tersulit untuk dikendalikan.
“Saya sudah memperkirakan di Malaysia, hari pertama saya akan merasa sangat baik, tetapi Malaysia adalah ujian yang sulit bagi semua orang secara fisik, dan hal yang paling sulit dikendalikan adalah dari hari pertama hingga hari kedua,” sambungnya.
Marquez mengungkapkan dia bahkan belum bisa menjalani latihan di gym secara konsisten. Program pemulihan masih menjadi prioritas utama agar kondisi bahu tidak kembali bermasalah.
Meski begitu, pembalap berusia 32 tahun itu tetap melihat progres positif dalam pemulihannya. Dia menilai kemampuan mengendarai motor dalam satu hari penuh sudah kembali ke level kompetitif.