“Di gim pertama kami sudah bisa memegang pola permainan mereka tapi di gim kedua dan ketiga kami tidak siap dengan perubahan pola lawan. Jadi agak bingung dan kurang yakin, kondisinya goyah,” ujar Lanny.
Tiwi menambahkan tekanan lawan terasa sejak awal gim kedua. Dia menilai seharusnya pasangan Indonesia mampu mengendalikan tempo.
“Di gim kedua mereka sudah mulai mempercepat tempo, harusnya kami netralisir tapi malah terbawa irama mereka,” katanya.
Kekalahan ini juga menjadi bagian dari fase transisi bagi Lanny/Tiwi. Keduanya mengungkap rencana pergantian pasangan yang sudah disiapkan sejak akhir tahun lalu.
“Setelah ini kami akan berganti pasangan dan sudah mulai persiapan sejak akhir tahun lalu, hanya memang terpotong minggu ini karena saya harus hadir di turnamen Super 750 sebagai Top Committed Player,” ujar Tiwi.