Menurut Souto, Timnas Futsal Indonesia mampu bertahan dalam berbagai situasi sulit dan memaksakan laga berlanjut hingga adu penalti. Hal tersebut menjadi bukti perkembangan signifikan futsal nasional.
Namun, Souto juga secara terbuka mengakui masih terdapat perbedaan kualitas antara Indonesia dengan tim papan atas Asia. Dia menyebut pengalaman dan kualitas individu menjadi faktor pembeda.
“Iran dan Jepang masih lebih kuat dari kami. Mereka memiliki pemain-pemain top di level dunia,” katanya.
Souto menambahkan tempo permainan di kompetisi Asia jauh lebih tinggi dibandingkan liga domestik. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Indonesia untuk melangkah ke level dunia.
Hasil runner up Piala Asia Futsal 2026 dinilai menjadi modal penting bagi Timnas Futsal Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing di pentas internasional.