Berduet dengan Ilham Jaya Kusuma, adik dari Ortizan Solossa ini menunjukkan kemampuan apiknya dengan membawa timnas lolos ke partai final Piala Tiger 2004. Penampilan luar biasanya membuatnya diganjar sebagai pemain muda terbaik.
Setelah pagelaran ini nama Boaz terus meroket dan banyak di incar kesebelasan tanah air. Hingga akhirnya di tahun 2005 dia pun bergabung dengan Persipura dan menasbihkan dirinya menjadi pemain termuda klub.
Meski memiliki umur paling muda pria asil Jayapura ini tetap mampu menembus skuad utama. Bahkan pada tahun tersebut Persipura mampu dibawanya menjadi juara liga.
Namun kisah luar biasanya itu harus terhenti untuk sementara lantaran patah kaki. Cedera itu didapatnya ketika membela Timnas Indonesia melawan Hongkong. Tercatat setelah kejadian tersebut Boaz sempat menghilang untuk melakukan penyembuhan. Bahkan dia sempat mengalami trauma untuk kembali bermain sepak bola lantaran kejadian tersebut.
Kendati demikian, dia memutuskan untuk tetap merumput dan performanya selalu apik. Kemampuan hebatnya itu membuat Boaz selalu masuk daftar pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia.