Beranjak dewasa, Rina harus memenuhi kebutuhan hidup serta membantu ibundanya dengan menjadi ART dan tukang ojek. Namun, Rina yang hanya lulusan SD senang menjalani pekerjaan itu.
Dia kemudian memberanikan diri untuk ikut bermain bulu tangkis. Dia pun sempat mengikuti turnamen bulu tangkis tingkat provinsi di Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Berkat turnamen itu, bakat Rina kemudian dilirik NPC Indonesia. Saat turnamen berlangsung, Rina kemudian diajak oleh perwakilan NPC Indonesia cabang Tasikmalaya untuk bergabung.
"Pada saat itu, ada kejuaraan yang menurunkan atlet NPC. Saya lagi main, tiba-tiba disamperin orang katanya gini 'kamu mau gak gabung sama saya?' 'saya ketua NPC Jabar' 'mau gak masuk ke NPC' saya gak ngerti karena saya sekolah saja sampai SD doang," tutur Rina.
"Akhirnya, dia membawa saya ke kantor NPC, diceritakanlah sama dia. Saya bilang begini 'Pak kalau misalkan untuk bergabung harus pake uang, saya tidak punya' kemudian dia bilang 'Nggak, ini untuk atlet disabilitas'. Akhirnya saya dibina disitu, di NPC Tasikmalaya," sambungnya.