"Kalau lagi di turnamen sih enggak ya, karena kan fokus dan tensinya tinggi. Paling kalaupun ngobrol soal pertandingan itu saat akhir tahun, misalnya kami lagi libur. Baru diomongin, bukan dengan nada men-judge, lebih ke memberi tips yang sifatnya umum. Kalau strategi, itu kan rahasia dapur masing-masing, kami tahu batasannya sejauh mana," ujar Greysia.
Kedekatan mereka membuat satu sama lain sempat aneh ketika harus bertanding di lapangan. Namun seiring berjalannya waktu, Greysia dan Ye Na mulai terbiasa.
"Awalnya saya sempat merasa aneh, canggung, tapi setelah itu, saya mulai terbiasa dan bersikap profesional. Teman di luar lapangan, di lapangan tetap jadi lawan," tutur Ye Na.
"Kalau ketemu dia, tetap ingin menang, apalagi kalau sebelumnya kalah, ya mau balas. Teman sih teman, di lapangan ya di lapangan, beda lagi ceritanya. Saya rasa ini hal yang wajar, dia pun pasti seperti itu, harus profesional," ucapnya.
Kini Greysia dan Ye Na sudah saling mengenal keluarga masing-masing. Bahkan mereka pernah tidur bersama saat ada kejuaraan di Korea Selatan.