Kisah Inspiratif Ibrahim Hamadtou, Atlet Tenis Meja Mesir yang Bermain dengan Mulut di Paralimpiade Tokyo 2020

Quadiliba Al-Farabi
Atlet tenis meja Mesir, Ibrahim Hamadtou ketika beraksi melawan wakil Spanyol Jordi Morales dalam Paralimpiade Tokyo 2020 di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Selasa (31/8/2021). (Foto: REUTERS/Molly Darlington)

Lihat postingan ini di Instagram

Tak ada yang menyangka gaya uniknya ini mengantarkan dia ke Paralimpiade Rio 2016. Sebelumnya, Ibrahim memang sudah berprestasi. Dia melewati berbagai jatuh-bangun kejuaraan lokal, regional, dan internasional selama 28 tahun hingga mencapai ajang terbesar dunia ini.

Di usianya yang 48 tahun, saat ini Ibrahim menjadi salah satu atlet papan atas di Paralimpiade Tokyo 2020. Bahkan Federasi Tenis Meja Internasional memberikan apresiasi tinggi di akun sosial medianya berupa video permainan Ibrahim dengan reli yang kuat.

“Saya merasa senang bermain tenis meja,” kata Ibrahim dikutip dari laman The Australian, Selasa (7/9/2021).

"Ketika saya berdiri di meja, saya mungkin melupakan segalanya. Saya merasa bahwa saya sedang berbicara dengan bola dan dia mendengarkan apa yang saya katakan. Saya benar-benar merasa seperti raja ketika saya di meja,” ucap atlet para tenis meja satu-satunya yang mewakili benua Afrika ini.

"Kekurangan tidak ada di lengan atau kaki. Disabilitas adalah tidak bertahan dalam apapun yang ingin Anda lakukan,” terang atlet yang pernah di ranking 32 dunia pada 2006.

“Salah satu kenangan terpenting yang tidak akan pernah saya lupakan adalah ketika salah satu teman saya mengatakan kepada saya untuk tetap berpegang pada sesuatu yang bisa saya lakukan. Pernyataan itu adalah percikan yang menghasilkan sesuatu di dalam diriku. Kemauan dan tekad. Saya ingin membuktikan kepadanya bahwa saya bisa berlatih olahraga,” ujarnya.

Sayangnya di Paralimpiade Tokyo 2020, Ibrahim belum beruntung. Dia kalah dua kali atas wakil China dan Korea Selatan di nomor individu. Sementara di nomor beregu, dia dan rekannya Sayed Mohamed kalah melawan Spanyol. Meskipun gagal meraih medali, sampai saat ini Ibrahim dipandang sebagai sosok yang menginspirasi banyak orang berkat kegigihannya meski diliputi kekurangan secara fisik.

Editor : Dimas Wahyu Indrajaya
Artikel Terkait
11 hari lalu

Tragis! Ibu dan 4 Putrinya Tewas dalam Kebakaran Apartemen, Loncat dari Lantai 7

13 hari lalu

Wali Kota New York Mamdani Bela Timnas Mesir: Mereka Dirampok Wasit!

18 hari lalu

Kalahkan Australia di Piala Dunia, Pelatih Mesir: Ini untuk Rakyat Palestina!

18 hari lalu

Momen Pelatih Mesir Bentangkan Bendera Palestina Setelah Menang atas Australia di Piala Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal