Kisah Dokter MotoGP Bantu Tangani Virus Corona di Italia

Antara
Seorang staf medis dengan APD di depan seorang pasien virus korona (COVID-19) di dalam sebuah ICU di rumah sakit San Raffaele, Milan, Italia, Jumat (27/3/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS/Flavio Loscalzo)

Ketika awal merebaknya kasus COVID-19 di Italia, tak jarang sejumlah wali kota turun langsung ke jalan untuk memperingatkan warganya yang masih berkeliaran di tempat umum untuk pulang ke rumah.

"Itu adalah cara termudah untuk menularkan virus ke orang-orang sekitar," kata Zasa soal warga yang belum patuh terhadap penerapan aturan pembatasan.

"Kami tak memiliki cukup ruang perawatan intensif, dan kami tak ingin ruang itu penuh karena pertarungan sebenarnya bukanlah di ruang perawatan intensif melainkan di jalanan, di rumah, kita mencoba untuk tidak terinfeksi," ucapnya.

Pemerintah setempat berusaha untuk mendatarkan kurva dan menekan angka kasus infeksi mengingat sumber daya medis yang terbatas.

"Utamanya adalah tetap tinggal di rumah, jaga diri. Ini sangat penting dan tidak main-main," kata Zasa.

"Jika keadaan kembali normal, ini akan penting bagi kita semua khususnya bagi kami para dokter karena kami telah melihat hal-hal yang mengerikan akhir-akhir ini. Kami hanya ingin semuanya kembali normal," ujarnya.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
20 jam lalu

Marc Marquez Kritik Aturan Baru MotoGP 2027, Soroti Satu Hal Penting

9 jam lalu

Valentino Rossi Ungkap Pencapaian Terbesar di MotoGP, Bukan 9 Gelar Juara Dunia

2 hari lalu

Resmi! Fabio Quartararo Gabung Honda, Tinggalkan Yamaha usai 8 Tahun Bersama

5 hari lalu

Jelang MotoGP 2026, Sirkuit Mandalika bakal Dipercantik Termasuk Dicat Ulang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal