Kisah Dokter MotoGP Bantu Tangani Virus Corona di Italia

Antara
Seorang staf medis dengan APD di depan seorang pasien virus korona (COVID-19) di dalam sebuah ICU di rumah sakit San Raffaele, Milan, Italia, Jumat (27/3/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS/Flavio Loscalzo)

"Pada dasarnya kami ditugaskan dengan mobil reaksi cepat untuk sebagian besar kasus yang paling serius, bisa apa saja. Tapi 95-99 kasus di beberapa bulan terakhir ini sebagian besar berkaitan dengan COVID-19," kata Zasa.

"Di tahap sekarang ini, sebagian dari tim saya bekerja untuk keadaan darurat ini. Ada 10 dokter yang bertugas di bangsal COVID-19, bangsal khusus yang diciptakan untuk merawat pasien dengan COVID-19. Kami juga punya tiga teknisi radiologi," tuturnya.

Setelah sekira satu setengah bulan berada di garda terdepan, Zasa merasa ada secercah harapan.

“Dalam lima hari terakhir, situasinya sedikit lebih baik. Kami memiliki lebih sedikit kasus dan semoga dalam beberapa pekan akan sama di negara-negara lain, jadi saya melihat ada secercah harapan untuk masa depan," katanya.

Tapi di saat yang sama, masalah yang terjadi di Italia dan juga negara-negara lain, adalah banyaknya orang yang tidak memahami situasi krisis kesehatan global tersebut.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
20 jam lalu

Marc Marquez Kritik Aturan Baru MotoGP 2027, Soroti Satu Hal Penting

9 jam lalu

Valentino Rossi Ungkap Pencapaian Terbesar di MotoGP, Bukan 9 Gelar Juara Dunia

2 hari lalu

Resmi! Fabio Quartararo Gabung Honda, Tinggalkan Yamaha usai 8 Tahun Bersama

5 hari lalu

Jelang MotoGP 2026, Sirkuit Mandalika bakal Dipercantik Termasuk Dicat Ulang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal