JAKARTA, iNews.id – Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) menggelar Owners Meeting pada 24 Februari 2026, menghadirkan pemilik dan manajer klub Women’s Pro Futsal League (WPFL) dan Pro Futsal League 2 (PFL2). Agenda ini digelar untuk menyusun strategi membangun industri futsal profesional di Tanah Air.
Pertemuan ini bukan sekadar formalitas, melainkan forum terbuka dan konstruktif antara seluruh pelaku ekosistem liga profesional futsal. Semua pihak berdiskusi intensif untuk menyatukan visi mengembangkan kompetisi dengan standar lebih tinggi dan berkelanjutan.
Tiga fokus utama menjadi agenda utama: meningkatkan kualitas kompetisi di lapangan, memperluas jangkauan media, dan mengoptimalkan potensi komersial di luar pertandingan. Pilar-pilar ini dianggap penting untuk menegaskan posisi liga sebagai fondasi lahirnya pemain Tim Nasional Futsal Indonesia.
Peningkatan kualitas kompetisi menjadi prioritas bersama. Kompetisi profesional dianggap sebagai wadah utama untuk menyiapkan pemain andalan Timnas futsal, baik putra maupun putri, melalui persaingan di kasta tertinggi.
Rorian Pratyaksa, Direktur Utama KFI, menegaskan semangat kolaborasi dalam pertemuan itu.
"Kami duduk bersama bukan untuk klaim berlebihan, melainkan murni untuk berkolaborasi secara nyata," katanya.
Rorian menambahkan bahwa peningkatan level liga tidak bisa dicapai sepihak.
"Membawa liga ini ke next level sekaligus menjaga muruah kompetisi yang melahirkan para penggawa Timnas, tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Semua harus berkolaborasi bersama," ujarnya.