Indonesia menargetkan hasil maksimal sebagai tuan rumah. Dengan persiapan matang, para atlet diharapkan mampu bersaing di semua sektor.
Sejumlah nama akan menjadi andalan, seperti Jonatan Christie, Alwi Farhan, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Putri Kusuma Wardani, Febi Setianingrum/Rachel Allessya Rose, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta, hingga Nikolaus Joaquin/Raymond Indra.
Ketua Panitia Pelaksana, Achmad Budiharto, memastikan penyelenggaraan tahun ini membawa pengalaman baru bagi penonton.
“Polytron Indonesia Open 2026 kami siapkan dengan konsep balutan inovasi teknologi, tidak hanya dari sisi pertandingan, tetapi juga dari keseluruhan pengalaman di luar lapangan. Penonton akan menikmati berbagai aktivitas menarik, area interaktif, serta teknologi terbaru yang terintegrasi di dalam penyelenggaraan,” ujar dia.
Dia juga menegaskan akses bagi penonton akan dibuat lebih luas melalui harga tiket yang lebih terjangkau.
“Kami juga mengumumkan bahwa penjualan tiket akan dibuat lebih affordable agar semakin banyak badminton lovers yang bisa datang langsung ke Istora GBK dan merasakan atmosfer turnamen kelas dunia. Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mendekatkan olahraga bulutangkis kepada masyarakat,” kata dia.
Bersama PBSI, panitia menargetkan turnamen ini menjadi pesta rakyat bulutangkis. Penonton tidak hanya menyaksikan pertandingan kelas dunia, tetapi juga menikmati berbagai aktivitas dan hiburan yang telah disiapkan di area venue.