Pada set pertama, Soo-hyun membuat Susy kesulitan dan berhasil menang dengan skor 11-5. Namun, pada set kedua Susy berhasil bangkit dan membabat wakil Korea Selatan itu dengan skor 5-11. Lalu pada set penentuan, Susy memastikan diri menyabet medali emas setelah menang telak dengan skor 3-11.
Setelah membalaskan dendamnya atas Indonesia di Atalanta 1996, Soo-hyun memutuskan untuk gantung raket. Dia pensiun di usia yang masih sangat muda, yakni 24 tahun.
Menurut statistik di laman resmi BWF, Soo-hyun telah bermain sebanyak 220 pertandingan resmi BWF sepanjang kariernya di nomor tunggal putri. Dia mencatatkan 178 kemenangan dan 42 kekalahan.
Pada 2000, Soo-hyun masuk ke dunia layar kaca di Korea Selatan. Dia menjadi penyiar dan komentator dalam sebuah program bulu tangkis di Korean MPC TV. Selain itu, dia juga menerima berbagai macam penghargaan dari pemerintah Korea Selatan, yang salah satunya diberikan pada 1998.
Pada periode 2005-2009, sosok yang kini berusia 48 tahun itu ditunjuk sebagai anggota dewan BWF. Kabar terakhir yang didengar dari Soo-hyun adalah dia mendapatkan penghargaan tertinggi di dunia bulu tangkis internasional.
Soo-hyun dan delapan pebulu tangkis Korea Selatan lainnya, masuk ke jajaran BWF Hall of Fame. Penghargaan tersebut diberikan pada pertemuan umum tahunan BWF pada Mei 2019.