Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Antusiasme masyarakat terhadap olahraga voli di daerah dinilai sangat tinggi.
Selain itu, dukungan regulasi serta partisipasi sponsor di daerah juga semakin kuat. Kondisi tersebut membuka peluang bagi daerah untuk menjadi tuan rumah ajang olahraga bertaraf internasional.
Penyelenggaraan turnamen di luar Jakarta diharapkan mampu memperluas perkembangan voli di Indonesia. Pemerataan kegiatan olahraga dinilai penting untuk membangun ekosistem olahraga nasional.
Ketua Voli Polisi sekaligus Manajer Bhayangkara Presisi Pipit Rismanto menilai momentum ini menjadi kebanggaan bagi para atlet voli Indonesia. Menurut dia, kerja keras pemain turut membuka peluang Indonesia menjadi tuan rumah kompetisi elite Asia.
“Prestasi yang telah diukir tidak hanya membawa piala ke lemari penghargaan, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi jutaan anak muda di berbagai daerah yang saat ini sedang berlatih bola voli di kampung-kampung mereka,” ujar Pipit.