Michael menyebut federasi memberi apresiasi penuh terhadap kerja keras tim.
“Ya kami sangat mengapresiasi. Dan sekali lagi di federasi futsal kita tidak pernah bicara target secara spesifik. Jadi, dari pertandingan ke pertandingan, berikan yang terbaik,” ucap dia.
Dia menilai laga-laga berintensitas tinggi seperti final melawan Iran menjadi pelajaran penting.
“Pertandingan-pertandingan seperti ini kita harus terbiasa. Teman-teman tadi lihat kan body-body-nya, sangat fisiknya, larinya, mereka selalu adu lari di sana. Tapi ini yang kita harus mulai terbiasa,” lanjut Michael.
Menurut dia, Hector Souto sudah memiliki rencana jangka panjang.
“Dan saya yakin coach Hector punya rencana ke depan untuk mempersiapkan tim kita menghadapi tim-tim kuat seperti Iran dan bahkan yang lebih tinggi lagi ke depan,” katanya.
Tak hanya soal tim nasional, FFI juga memikirkan langkah besar berikutnya di level global. Michael mengungkapkan ambisi Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028.
Dia menyadari peluang tersebut tidak mudah. Piala Dunia Futsal edisi sebelumnya digelar di Uzbekistan, yang masih berada di kawasan Asia.
“Memang betul terakhir kali kan Uzbekistan ya yang tuan rumah Piala Dunia. Jadi kan biasanya kalau sudah di Asia, pindah ke benua lain,” ujar Michael.
Meski demikian, FFI tetap bertekad mengikuti proses bidding.
“Tapi kami akan coba bangun argumen, meyakinkan FIFA, tolong beri kami kesempatan di Indonesia karena kami punya momentum. Sayang kalau kita lewatkan. Jadi kita targetkan 2028, ini akan menjadi salah satu fokus kita juga untuk bidding Piala Dunia,” jelas dia.