Geser ke barisan terdepan, Martin masih mendominasi balapan. Pembalap bernomor 89 itu tak tancap gas meninggalkan para rivalnya.
Bagnaia tak mampu memangkas jarak dengan Di Giannantonio. Dia justru mendapat tekanan dari pembalap di belakangnya Zarco.
Di sisi lain Di Giannantonio justru berhasil merangsek ke posisi kedua. Dia menyalip Binder ketika balapan tersisa sembilan lap lagi.
Untungnya murid Valentino Rossi itu tak panik. Bagnaia mampu menjaga posisi keempat meski terus dipepet Zarco.
Sayangnya pertahanan Bagnaia jebol ketika memasuki lap ke-22. Dia akhirnya diasapi Zarco dan turun ke posisi kelima.