"Nah, pas mau perebutan (perunggu) pas habis kalah dari Zhang Ning. Ko Wawan (Hendrawan) ngomong 'ini belum selesai masih ada satu langkah lagi, semuanya tergantung kamu mau jadi semifinalis Olimpiade atau perunggu Olimpiade'. Jadi itu doang yang aku tanamkan pas mau main di perebutan perunggu," katanya.
Medali perunggu itu, kemudiana dia persembahkan untuk keluarganya. Terutama kepada ayahnya dan mantan pelatihnya yang memberi motivasi sebelum pertandingan, yaitu Hendrawan.
“Saya mempersembahkan medali perunggu itu untuk ayah, keluarga dan tentu saja untuk pelatih (Hendrawan),” tambahnya.
Di edisi Olimpiade 1992 Barcelona, tunggal putri Susy Susanti menjadi atlet pertama Indonesia yang meraih emas Olimpiade. Lalu pada edisi Olimpiade 1996 Atlanta, tunggal putri juga sukses mendapatkan medali perunggu lewat Susy Susanti lagi dan perak oleh pemain muda saat itu Mia Audina.
Kemudian Maria Kristin, meraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008. Terbaru ada Gregoria Mariska Tunjung yang meraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024.