Zaki juga mengakui kualitas lawan yang dihadapi. Menurut dia, Christo Popov tampil sangat solid dan mampu menjaga ketenangan saat laga memasuki fase penentuan.
“Tadi sempat unggul tapi makin mendekati akhir, dia bisa lebih tenang mengontrol permainannya. Setelah ketat, dia lebih kuat pikirannya dengan pengalaman yang dia punya,” ucapnya.
Pengalaman kalah di laga ketat ini tidak ingin dia sia-siakan. Zaki menyebut duel melawan Popov menjadi pelajaran penting, terutama terkait pengelolaan mental saat tekanan tinggi.
“Ini pelajaran yang sangat berharga buat saya, banyak yang bisa saya pelajari untuk ke depan terutama bagaimana mengatur mental dan pikiran di laga-laga ketat,” tambahnya.
Zaki juga membandingkan performanya di Malaysia Masters 2026 dengan turnamen sebelumnya. Dia menilai ada progres signifikan dibanding penampilannya di Thailand Open 2025, saat langkahnya terhenti di babak 16 besar.
“Kalau menilai performa, menurut saya sendiri di Thailand belum maksimal, masih jauh apa yang saya harapkan. Tapi dari situ saya bisa belajar dan di sini penampilannya lebih baik, secara pencapaian juga melebihi jadi saya bersyukur dengan hal ini,” katanya.
Meski gagal menembus semifinal, pencapaian Zaki di Malaysia Masters 2026 memperlihatkan perkembangan positif. Hasil ini menjadi modal penting bagi tunggal putra muda Indonesia tersebut untuk menatap turnamen-turnamen berikutnya dengan kepercayaan diri lebih kuat.