Rorian menyebut peningkatan standar permainan menjadi fokus utama. Salah satu opsi paling realistis dinilai melalui pertemuan kompetitif antarklub lintas negara.
“Ya, standar permainan mungkin cara yang paling efektif tadi adanya inter-liga antara klub-klub Pro Futsal League yang papan atas dengan klub-klub dari Liga Jepang, dari F-League,” katanya.
Rorian mengungkapkan inter-liga antara klub Indonesia dan Jepang tengah diupayakan agar bisa segera terlaksana. KFI menilai pengalaman internasional sangat dibutuhkan klub futsal nasional.
“Nah, ini juga kita akan segera agendakan, mudah-mudahan bisa terlaksana dalam jangka waktu dekat. Itu mungkin tambahan dari saya seperti itu,” ujar Rorian.
Selain inter-liga, KFI juga membuka peluang besar melakukan studi banding ke Jepang. Langkah tersebut bertujuan menyerap sistem pengelolaan kompetisi yang sudah terbukti berjalan konsisten.