Menjelang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 bergulir, Fajri pun mengungkapkan rahasia kebangkitan performa mereka usai terpuruk di awal tahun ini. Fajar mengatakan bahwa itu bisa terjadi karena mereka termotivasi untuk tidak kalah bersaing dengan ganda putra Indonesia lainnya dan juga fokus untuk menjalani laga satu per satu.
“Menurut saya pribadi dari hasil kurang baik di awal tahun menjadikan kita termotivasi lebih karena khususnya di ganda putra Indonesia kita bersaing dengan enam pasang, bahkan tujuh pasang karena ada Sabar/Reza di luar Pelatnas, yang ingin bersaing untuk mendapatkan kuota terbaik di Indonesia,” kata Fajar dalam konferensi pers virtual, Senin (15/8/2022).
“Jadi pas kita kalah di All England 2022 itu kita ubah pola pikirnya. Maksudnya dalam arti bagaimana caranya kita bermain lebih baik di setiap match-nya, jadi jangan terlalu berpikir dengan target yang jauh,” imbuhnya.
“Menurut saya itu sih yang lebih penting karena penampilan konsisten kita sampai bisa masuk tujuh final itu karena kita tidak memikirkan yang jauh-jauh, tetapi bagaimana caranya kita bermain baik untuk di pertandingan besok,” tuturnya.
Hal yang sama terlontar dari mulut Rian. Pemain berusia 26 tahun itu menambahkan bahwa mereka sangat fokus menjalani laga satu per satu dengan menikmati pertandingan sehingga tak terburu-buru ingin menang yang bisa menyebabkan permainan mereka menjadi berantakan.