“Kalau sempat lihat video mereka bertanding sebelumnya, memang kekuatan mereka dari servis dan terima servisnya yang punya banyak variasi, sangat bagus. Tapi tadi kami sudah antisipasi dan bisa melawannya,” kata Fikri.
Fikri mengakui tekanan tetap ada untuk Fajar/Fikri. Namun, tekanan tersebut harus diubah menjadi energi positif agar mereka tampil lebih siap di babak perempat final.
“Tekanan selalu ada buat kami tapi kami harus mengubah mindset-nya dengan menjadikan ini motivasi jadi besok harus lebih siap lagi, lawan siapapun hadapi saja,” tuturnya.
Duel melawan Goh/Nur menjadi ujian penting bagi Fajar/Fikri untuk menjaga asa Indonesia di Singapore Open 2026. Ketenangan, kesiapan membaca pola lawan, serta kemampuan mengatasi tekanan akan menjadi kunci mereka menuju semifinal.