Erick mengungkapkan dia sudah membuka komunikasi dengan Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia, Datuk Windsor John, saat menghadiri Kongres FIFA ke-76 di Vancouver.
“Ketemu Datuk Windsor di AFC kemarin. Saya bilang, Indonesia bagus, mau bidding Piala Dunia boleh tidak? Wah, boleh tidak Indonesia diberi kesempatan?” ujarnya.
Erick menyambut positif pelaksanaan Kongres Biasa FFI yang berlangsung pada 11-13 Mei 2026. Dia meminta futsal Indonesia terus berkembang dan tidak cepat puas dengan berbagai pencapaian.
“Bagaimana wawasan ditingkatkan supaya futsal bisa menjadi bagian besar transformasi sepak bola,” tuturnya.
Dia juga menilai PSSI dan FFI harus saling belajar tanpa gengsi. Menurut dia, hal-hal positif di futsal bisa diterapkan di PSSI, begitu pula sebaliknya.
“Apa yang baik di futsal, kami contoh. Apa yang baik di PSSI, futsal contoh. Tidak ada gengsi-gengsian. Kalau keluarga harus berani saling koreksi dan bicara,” katanya.
Erick menegaskan dia menghormati independensi FFI. Namun, statuta, anggaran rumah tangga, dan peta jalan pengembangan futsal tetap harus selaras dengan PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional.