Setelah itu, Shi Yuqi mengambil alih kendali pertandingan. Anthony tidak mampu merespons perubahan strategi lawan dengan cepat dan akhirnya kalah 17-21.
Usai pertandingan, Anthony tetap bersyukur bisa menyelesaikan laga dalam kondisi baik. Dia menilai persiapan dan strategi sudah dibahas bersama tim pelatih sebelum bertanding.
“Pertama-tama tetap mengucap syukur. Memang bukan lawan yang mudah. Di gim pertama saya kurang bisa mengeluarkan permainan dengan baik. Masuk gim kedua saya sudah mencoba dan sempat unggul beberapa poin,” ujarnya, dikutip dari rilis PBSI.
Anthony menjelaskan momentum pertandingan berubah ketika Shi Yu Qi mengubah strategi. Pada situasi itu, dia merasa kurang cepat dan kurang tepat dalam mengantisipasi permainan lawan.
“Tapi ketika lawan mengubah strategi permainannya saya kurang cepat, kurang tepat buat mengantisipasi dan mengatasinya,” katanya.
Pebulu tangkis asal Cimahi itu menilai masalah serupa juga muncul dalam beberapa turnamen sebelumnya saat menghadapi pemain elite dunia.
“Dari pertandingan hari ini dan juga sebelum-sebelumnya memang ada kesulitan tersendiri bila bertemu dengan pemain top 20. Masih ada yang harus ditingkatkan lagi, terutama bagaimana bisa dengan cepat mengatasi perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan,” tuturnya.