Usai laga, Christoper mengaku senang bisa kembali bermain bersama Rifqi. “Saya merasa nyaman di depan net karena reli panjang Rifqi membuat lawan tertekan, dan itu memberi saya peluang untuk mematikan bola lewat voli,” ucapnya.
Rifqi pun memberi apresiasi balik. “Saya berani beradu groundstroke dengan lawan karena Christo selalu memberi motivasi dan kepercayaan penuh. Itu membuat saya semakin percaya diri,” kata Rifqi.
Partai final ganda putra ini diyakini akan berlangsung sengit, mengingat lawan yang dihadapi juga tampil impresif sepanjang turnamen. Dukungan publik Bali bisa menjadi dorongan tambahan bagi Christoper dan Rifqi untuk meraih gelar juara.
Sementara di sektor tunggal putra, para unggulan tetap mendominasi. Petenis Inggris Max Basing, unggulan pertama, melaju ke semifinal usai menundukkan Alexander Klincharov (Selandia Baru) dengan skor 7-5, 6-4. Ia akan berhadapan dengan wakil India, S.D. Prajwal Dev.
Unggulan kedua asal Prancis, Arthur Weber, juga memastikan tempat di babak empat besar setelah lawannya Kazuki Nishiwaki (Jepang) terpaksa mundur karena cedera saat tertinggal 3-6. Selain itu, Niccolo Catini dari Italia menyingkirkan Mitsuki Wei Kang Liong (Malaysia) dengan skor 6-3, 6-1.