“Saya senang gangguan ini terjadi di Honda dan bukan di kami. Dengan hanya dua pembalap, kami akan berada dalam posisi yang buruk jika Fabio meminta hengkang sebelum kontraknya berakhir. Saya harap ini adalah sesuatu yang kita hindari di masa depan,” kata Jarvis dilansir Motosan, Selasa (12/12/2023).
“Bagaimanapun, Yamaha dan Honda berada dalam situasi serupa, meski menurut saya segalanya menjadi lebih mudah bagi kami karena motor kami tidak bisa diprediksi. Kami masih melihat banyak kecelakaan yang dialami pembalap Honda saat ini,” tambahnya.
Selain itu, Jarvis juga senang dengan hengkangnya Marquez karena itu membuat tim pabrikan Iwata semakin bertekad untuk membuat El Diablo -julukan Quartararo- puas dengan motor yang sesuai dengan keinginannya nanti.
“Bagi kami, kepergian Marquez pasti menjadi pertanda bagus untuk semakin memotivasi kami dalam memuaskan Fabio dengan memberinya motor yang telah ditunggu-tunggunya,” ujar Jarvis.
“Ya, tentu saja itu mengejutkan saya. Juara dunia delapan kali dengan kontraknya meninggalkan Honda dalam situasi bencana, tanpa ada yang menggantikannya, itu seperti gempa bumi,” ucapnya.