Atlet dan pelatih yang mengikuti training camp ini berasal dari negara Indonesia, Timor Leste, Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, Turkmenistan, Iran, Bhutan, Oman, dan Yaman. Mereka digembleng dengan pelatihan dari pelatih standar Olimpiade yang berasal dari India, yakni Deepak K. Dubey.
Selama 11 hari pelatihan, para atlet muda dan pelatih juga akan mendapat materi pelatihan mulai baik teknik menembak maupun kepelatihan, serta ilmu tentang nutrisi bagi atlet dan pendalaman tentang alat senjata yang digunakan dan peraturan internasional menembak ISSF.
Shamshad pun optimis Indonesia bakal melahirkan atlet menembak kelas dunia dalam beberapa tahun mendatang jika melakukan pembinaan sejak usia dini yang berkesinambungan. Menurutnya, bukan tidak mungkin pembinaan atlet muda olahraga menembak di Tanah Air bakal sepopuler bulu tangkis di mana pebulu tangkis muda berbakat tak berhenti diproduksi oleh klub-klub di Indonesia.
“(Atlet berkualitas) tidak dibentuk dalam satu hari, satu bulan, satu tahun, itu membutuh banyak waktu. Tapi apa yang kami lakukan mulai dari usia 12-13 tahun, 15 tahun, 18 tahun, dengan seiring berjalannya waktu mereka akan berusia 21 atau 22 tahun, lebih dari tiga tahun (untuk membentuknya), saya yakin, saya sangat berharap akan ada atlet kelas dunia dari Indonesia,” kata pria asal Pakistan itu.
“Sama seperti pelatihan yang dilakukan sejak anak-anak di dunia bulutangkis di Indonesia. Kenapa tidak? Saya sangat berharap jalan yang sudah direncanakan oleh Joni, dalam 5-10 tahun ke depan atlet menembak Indonesia akan banyak berbicara di panggung dunia. Tapi jelas itu butuh waktu," ujarnya.